Perlunya Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Jakarta

PERLUNYA DILAKUKAN UJI EMISI

KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA

DI WILAYAH DKI JAKARTA

I. LATAR BELAKANG

Masalah polusi memang sudah menjadi hal yang sering kita bicarakan dan kita bahas, darimana saja sumber polusi itu, apakah dampak yang ditimulkan dari polusi, bagaimana cara menanggulangi dampak dari polusi dan juga peran pemerintah dan juga masyarakat dalam menanggapi masalah yang satu ini ?

Apalagi masalah polusi yang diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat dan yang lainnya.

Jika mau jujur saja kendaraan bermotor, sebagai alat transportasi memberi kontribusi sebesar 70 persen dalam pencemaran udara di Jakarta. Sedangkan, sisanya 30 persen, adalah sumbangan dari industri, rumah tangga, dan sumber pencemaran udara lain.

Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor sangat memprihatinkan dan telah menyebabkan penurunan kualitas udara dan daya dukung lingkungan.

II. TUJUAN

Menjadikan kualitas udara di wilayah DKI Jakarta kembali bersih dan sehat terbebas dari polusi udara.

III. HAMBATAN DAN PERMASALAHAN

Mengenai hambatan dan permasalahan yang dihadapi kota Jakarta sekarang ini akibat dari kendaraan bermotor antara lain :

1. Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa kecelakaan yang melibatkan sepeda motor terdiri atas 3.522 kasus pada 2007. Dari kasus sebanyak itu terdapat korban meninggal dunia 719 orang, luka berat 1.703 orang, dan luka ringan 2.454 orang. Sebanyak 68 persen kecelakaan lalu lintas dialami oleh kendaraan roda dua.

Angka kecelakaan akibat kendaraan bermotor :

Januari-Desember 2007

Januari-April 2008

3.522 kasus

1.512 kasus

Sumber : Ditlantas Polda Metro Jaya

Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada 2007 mencapai Rp 4,2 miliar. Kecelakaan itu sebagian besar dialami pengendara sepeda motor. Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia. Sedangkan kerugian materiil dari Januari hingga April 2008 sudah mencapai Rp 2,27 miliar. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas disebabkan ketidakdisiplinan pengguna kendaraan. Hal itu terlihat dari peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua dari Januari hingga April 2008 sudah sebanyak 1.512 kasus. Jumlah tersebut diperkirakan akan membengkak menjadi 6.000 kasus pada akhir 2008 nanti. Kecelakan paling sering terjadi di Jakarta Timur dengan 207 kasus. Korban meninggal sudah sebanyak 296 orang.

2. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor roda dua yang terus bertambah dan tidak diimbangi dengan lebar jalan.

Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Metro Jaya diperoleh data jumlah kendaraan bermotor yang ada di Jakarta

Data jumlah kendaraan bermotor roda dua di Jakarta :

Tahun 2007

Tahun 2008

67.963.300

386.252.622

Sumber : Ditlantas Polda Metro Jaya

3. Meningkatnya Polusi Udara

Diketahui, gas-gas rumah kaca (green house gas) seperti CO 2 , CH 4 , N 2 O, HFCS, PFCS, SF 6 telah meningkat secara dramatis belakangan ini. CO 2 misalnya sebagai salah satu emisi rumah kaca menunjukkan jumlah di atmosfer telah meningkat secara drastic dalam beberapa decade terakhir. Penyebabnya tiada lain adalah tingginya penggunaan bahan bakar fosil seperti pemakaian bahan bakar minyak pada kendaraan bermotor, menempatkan CO 2 sebagai gas yang paling berperanan dalam mendorong terjadinya pemanasan global.

Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 1994, pencemaran udara merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta, 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia. Jakarta sendiri adalah kota dengan kualitas terburuk ketiga di dunia.

Dampak terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan berakibat pada berbagai gangguan kesehatan, seperti bronchitis, emphysema, dan kanker paru-paru. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran udara berbeda-beda antarindividu. Populasi yang paling rentan adalah kelompok individu berusia lanjut dan balita. Menurut penelitian di Amerika Serikat, kelompok balita mempunyai kerentanan enam kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Kelompok balita lebih rentan karena mereka lebih aktif dan dengan demikian menghirup udara lebih banyak, sehingga mereka lebih banyak menghirup zat-zat pencemar.

4. Mengganggu kesehatan

Akibat paling buruk pada lingkungan adalah terjadinya perubahan suhu secara global (global warming). Radiasi sinar ultraviolet juga akan berpengaruh pada kesehatan manusia. Seperti timbulnya penyakit kanker kulit, katarak, dan pelemahan sistem daya tahan tubuh.
Saat ini lapisan ozon terus mengalami penipisan karena banyak terdapatnya zat-zat pencemar udara yang beredar di atmosfer. Zat- zat pencemar udara yang sangat berperan dalam proses penipisan lapisan ozon dikenal dengan ODS (Ozone Depleting Substances) diantaranya; Chlorofluorocarbons (CFCs), Hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), Halons, Methyl Bromide, Carbon Tetrachloride, dan Methyl Chloroform.

Zat-zat yang berbahaya dari emisi kendaraan :

Mengenai kandungan-kandungan yang berbahaya dalam emisi gas buang kendaraan bermotor, yaitu sebagai berikut:

· CO (Karbon monoksida)

· HC (Hidrokarbon)

· NOx (Nitrogen Oksida)

· So (Sulfur Oksida)

· Pb (Timbal)

· Pm (Debu atau partikel halus)

Semua zat-zat tersebut akan menjadi sangat berbahaya ketika ‘dikonsumsi’ dengan jumlah yang berlebihan. Baku mutu emisi kendaraan bermotor sudah diatur pada keputusan menteri lingkungan hidup no.35 tahun 1993, atau bisa juga dilihat di MEB (Mitra Emisi Bersih)

Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain.

Secara umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan manusia maupun  terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta.  Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga, di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas.

Tahun 1999, konsumsi premium untuk transportasi mencapai 11.515.401 kilo liter [Statistik Perminyakan Indonesia, Laporan Tahunan 1999 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi]. Dalam setiap liter premium yang diproduksi, terkandung timbal (Pb) sebesar 0,45 gram sehingga jumlah Pb yang terlepas ke udara total sebesar 5.181,930 ton.  Dengan pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor sebesar 300% dan 50% diperkirakan tahun 2001 polusi akibat timbal (Pb) meningkat.

Menurut penelitian Jakarta Urban Development Project, konsentrasi timbal di Jakarta akan mencapai 1,7-3,5 mikrogram/meter kubik (ìg/m3) pada tahun 2000.

IV. Pemecahan Masalah

Menjadi Tanggung Jawab Siapa Pelakasana Uji Emisi Kendaraan Bermotor Roda Dua di DKI Jakarta ?

Untuk itu, menjadi keharusan para pihak di Indonesia baik Pemerintah, swasta maupun masyarakat sipil untuk menekan emisi rumah kaca sebagai partisipasi Indonesia dalam memperlambat dampak perubahan iklim global, sekaligus melakukan upaya adaptasi agar risiko bencana perubahan iklim dapat dikurangi.

Perlu kita ketahui bahwa peringkat ketiga kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, menyusul Meksiko adalah udara di kota Jakarta. Tentu saja harapannya bukan hanya soal peringkat, tetapi kesehatan masyarakat juga lebih menjadi perhatian utama.

Di sisi lain, mencuatnya kebijakan itu membuat tanda tanya bagi publik. Persoalannya, selama ini setiap kendaraan umum sudah diwajibkan menjalani uji emisi untuk persyaratan kir. Namun kenyataannya, banyak kendaraan yang tak layak jalan masih tetap beroperasi di jalanan.

Apakah program uji emisi terhadap kendaraan pribadi itu nantinya akan jalan di tempat atau sekadar hangat-hangat tahi ayam atau berjalan tetapi menjadi lahan subur bagi petugas yang gemar melakukan pungutan liar?

Betapa polusi udara di Jakarta sudah sangat memprihatinkan akibat gas buangan kendaraan bermotor entah itu sepeda motor, mobil pribadi, maupun angkutan umum.

Hasil pengukuran emisi kendaraan yang dilakukan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dari tahun ke tahun selalu menunjukkan masih tingginya jumlah kendaraan yang tidak memenuhi baku mutu emisi. Hal itu semakin memperburuk kualitas udara di wilayah tersebut dan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat setempat.

Sebut saja, hasil uji emisi tahun 1995/1996 lalu menunjukkan bahwa 67 persen kendaraan menghasilkan gas buangan di atas batas mutu emisi (BME). Pada Januari-Maret 1997, uji emisi yang dilakukan atas 10.880 kendaraan menunjukkan, sebanyak 45,70 persen kendaraan tidak memenuhi BME. Kendaraan itu terdiri atas kendaraan berbahan bakar gas (10 unit), bensin (2.539 unit), dan solar (1.901 unit).

Bagaimana dengan tahun 2009, 2010 dan seterusnya?

Uji emisi kendaraan memang sudah mendesak diterapkan di wilayah Jakarta untuk menurunkan tingkat pencemaran udara. Sejak tahun 1997 pun, Pemerintah Provinsi DKI sudah menyusun draf peraturan daerah yang memungkinkan dikenakannya tindakan law enforcement atas kendaraan pribadi yang menghasilkan emisi di atas baku mutu.

Saat itu penerapan tindakan hukum atas kendaraan pribadi yang melanggar BME memang belum bisa dilaksanakan karena belum ada ketentuan yang mengaturnya.

Padahal, kebijakan yang mengatur masalah emisi kendaraan sebenarnya sudah ada dalam UULAJ Nomor 14 tahun 1992.

Menurut pasal 13 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan dijelaskan :

1. Setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di jalan wajib diuji.

2. Pengujian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi uji tipe dan/atau

uji berkala.

3. Kendaraan yang dinyatakan lulus uji sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diberikan tanda bukti.

4. Persyaratan, tata cara pengujian, masa berlaku, dan pemberian tanda bukti sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Dan telah dijelaskan juga dalam Undang-undang Nomor : 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 25 yang bunyinya:

“Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I berwenang melakukan paksaan pemerintahan terhadap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk mencegah dan mengakhiri terjadinya pelanggaran, serta menanggulangi akibat yang ditimbulkan oleh suatu pelanggaran, melakukan tindakan penyelamatan, penanggulangan, dan/atau pemulihan atas beban biaya penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan, kecuali ditentukan lain berdasarkan Undang-undang.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Penanggulangan pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya. Mempertimbangan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara, maka sektor ini harus mendapat perhatian utama.

· WALHI menyerukan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada saat ini, dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh publik. Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan tidak berbasis kendaraan pribadi.

· WALHI juga menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal.

· Mencari bahan bakar pengganti yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara.

· Memberikan sanksi yang tegas kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melanggar/menimbulkan polusi udara diatas batas mutu emisi (BME) yang telah ditetapkan.

SKEMA SANKSI DAN KETENTUAN PIDANA

Lihat Skema

LANGKAH PENANGGULANGAN

Hak, kewajiban dan peran serta masyarakat dalam memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat, menerima informasi dan berperan serta dalam pengelolaan lingkungan hidup, memelihara kelestarian, mencegah dan menanggulangi pencemaran, dan memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai lingkungan hidup.

Menurut pendapat kami, wewenang pengelolaan lingkungan hidup yang dalam hal ini dilaksanakan secara terpadu oleh perangkat kelembagaan yang dikoordinasi oleh Menteri dengan mengikutsertakan peran pemerintah Daerah. Pelestarian fungsi lingkungan hidup melalui pendataan Baku Mutu Lingkungan dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Persyaratan penataan lingkungan hidup yang meliputi Rekomendasi AMDAL, pengawasan terhadap penataan lingkungan hidup, sanksi administrasi bagi pelanggar, audit lingkungan hidup. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan atau diluar pengadilan.

Apa untungnya dilakukan uji emisi?

Keuntungan diperoleh jika anda teratur melakukan uji emisi dan perawatan kendaraan

· Hemat 5% bahan bakar

· Kondisi mesin selalu prima

· Usia kendaraan lebih lama

· Nyaman berkendara

· Udara bersih

· Hidup yang lebih sehat

Selain dari asap kendaraan bermotor ada unsure lain yang dapat menyebabkan polusi udara, untuk itu cara mengantisipasi pencemaran udara di kota Jakarta yang sudah sangat parah antara lain :

1.

Konsumen, membeli membeli produk (misalnya aerosol dalam kaleng, lemari es, pemadam kebakaran, dll.) yang berlabel ozone friendly atau Free CFC. Label tersebut menunjukkan bahwa produk-produk tersebut tidak mengandung BPO seperti CFC atau halon.

2.

Pemilik Rumah, menjadwalkan penggantian bahan pendingin lemari es dan perabot rumah tangga lainnya yang masih menggunakan bahan pendingin CFC dan HCFC dengan Non-CFC.

3.

Petani, mempertimbangkan untuk mengganti bahan pestisida yang merusak ozon ini dengan bahan yang efektif dan aman.

4.

Teknisi, memperbaiki peralatan rumah tangga seperti kulkas atau AC, yakinkan bahwa bahan pendingin dari AC, lemari pendingin, atau freezer tersebut sehingga tidak ”bocor” atau terlepas ke atmosfer. Dan membantu untuk memulai mengganti bahan pendingin dengan yang non-CFC .

5.

Pegawai kantor, mengidentifikasi peralatan (seperti pendingin air, AC, larutan pembersih, dan bahan pemadam kebakaran) dan produk yang dibeli (aerosol spray, busa (foam) untuk bantalan alas duduk, larutan untuk mengoreksi tulisan di kertas, dan lain-lain) yang menggunakan BPO, buat rencana untuk mengganti alat atau bahan tersebut dengan bahan alternatif yang efektif tidak merugikan.

6.

Guru, menginformasikan kepada murid-murid tentang pentingnya melindungi lapisan ozon. Ajari murid tentang bahaya pengaruh BPO terhadap atmosfer, kesehatan, langkah-langkah yang dilakukan secara nasional, maupun dunia internasional untuk memecahkan masalah ini.

7.

Wartawan, intensif menginformasikan dampak-dampak kerusakan lingkungan, menyadarkan masyarakat terhadap bencana akibat perilaku yang tidak ramah ozon dan ikut mengawasi pelaksanaan bebas ozon yang dimulai sejak tahun 2008.

Peningkatan kuantitas kendaraan bermotor di Jakarta yang signifikan ikut menjadi penyebab pesatnya peningkatan pencemaran udara. Dalam catatan Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) tejadi penambahan 1.250 sampai 1.500 unit kendaraan setiap hari di Jakarta. Setiap tahun jumlah kendaraan bermotor bertambah hingga mencapai 40 persen.

Kualitas kebersihan dan kesehatan udara dapat dilihat dari indeks standar pencemar udara (ISPU). ISPU adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan kita setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika.

ISPU dibagi menjadi lima kategori, yaitu kategori baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya. ISPU dilaporkan setiap hari kepada masyarakat untuk diketahui apakah udara hari itu termasuk dalam kategori baik atau tidak baik. Apakah kualitas udara memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika.

Coba kita bayangkan ?

Tahun 2007 hanya terdapat 73 hari di Jakarta yang memiliki kualitas udara baik. Ini berarti lebih dari 75 persen hari sepanjang tahun 2007 kualitas udaranya tidak baik, memberi pengaruh terhadap kesehatan makhluk hidup dan nilai estetika.
Hingga Mei 2008 rata-rata kualitas udara Jakarta mencatat ISPU sedang, yang berarti tingkat kualitas udara tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.

· Gambar Skema Prosedur AMDAL

· Lihat Skema

V. Kesimpulan

Menurut pendapat kami semua, mengenai masalah uji emisi kendaraan bermotor roda dua di Jakarta sebagai pelaksananya adalah pemerintah kota Jakarta sendiri dengan melihat Undang-undang dan peraturan yang ada, akan tetapi bekerjasama juga dengan instansi pemerintah yang lain seperti Kementrian Lingkungan Hidup sebagai instansi yang menentukan berapa batas mutu emisi (BME) dan juga dari dinas lalu lintas , kepolisian, kejaksaan dan pengadilan sebagai aparat penegak hokum.

Dengan melibatkan banyak unsure instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, mudah-mudahan pelaksanaan uji emisi kendaraaan bermotor roda dua di wilayah Jakarta akan terlaksana dengan baik dan akan terciptanya kualitas udara di Jakarta yang bersih dan sehat sesuai yang kita harapkan bersama.

VI. Penutup

Sebenarnya udara bersih di kota Jakarta dapat tercipta apabila semua unsure baik pemerintah, swasta maupun masyarakat mau mengerti dan memahami mengenai pentingnya dan keuntungan udara sehat di kota Jakarta dengan bersama-sama saling menjaganya.

Marilah kita bersama-sama menjaga agar kota Jakarta mempunyai kualitas udara yang bersih dan sehat terbebas dari polusi udara.

Sekiranya ini semua yang dapat disampaikan dari kelompok kami, kurang lebihnya mohon maaf apabila ada kekurangan dalam isi dan penyampaiannya.

Sumber Bacaan

Ø Undang-Undang Nomor : 14 Tahun 1992 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan;

Ø Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;

Ø Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 76 Tahun 2001 tentang: Pedoman Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan;

Ø Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2863 tentang: Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan AMDAL;

Ø Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 670 Tahun 2000, tentang: Penetapan Baku Mutu Udara Emisi Sumber Tidak Bergerak;

Ø Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1041 Tahun 2000, tentang: Baku Mutu Udara Emisi Kendaraan;

Ø Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 551 Tahun 2001, tentang: Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Mutu Tingkat Kebisingan;

Ø Surat Keputusan Gubernur No. 2333 tahun 2002 tentang Jenis Usaha/Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) di Provinsi DKI Jakarta.

Ø Media cetak dan elektronik.

About these ads

5 Tanggapan

  1. Hi, Wahyu.. punya file SK Gub No 2333/2002 yang Wahyu sebut dalam sumber bacaan ndak? kalau ada, mau dunk dibagi… :) Terima kasih sebelumnya…

    Salam kenal ya..
    -sf-
    Jawaban :
    Untuk SK Gubernur yang dimaksud saya belum ada, tapi untuk Perda tentang Pengendalian Pencemaran Udara saya punya.
    Bagaiamana, kalau yang itu…….?

  2. hehehe… Makasi untuk tawaranya, tapi ndak lah.

    Saya dari kemarin masih mencari SK ini dan masih belum ketemu karena sedang riset tentang pengelolaan lingkungan :D

    Soalnya perusahaan tempat saya baru bekerja belum memiliki SPPL, dan saya masih perlu mencari tau apakah tidak adanya SPPL itu karena memang tidak diharuskan, atau belum diurus

    Hehe.. sebenernya tanggapan Sophie ga secara langsung terkait dengan uji emisi kendaraan bermotor yah?

    Terima kasih banyak lagi lho Wahyu… :)
    Jawaban :
    Iya deh……
    Insya Allah kalo aku nemu SK yang sedang neng cari-cari, nanti akan saya kirim ke email neng langsung.
    Met mencari-cari juga, moga ketemu, sebelum aku nemu duluan.

  3. terima kasih atas liputannya,aku jadi bisa mengerjakan pr Sosial.. soal lapisan ozon dan kendaraan bermotor….
    Jawaban: Sama-sama, mudah-mudahan tulisan ala kadar nya ini bisa bermanfaat buat semua.

  4. Selamat Pagi. Hari Senin mumpung masih semangat baru, di sempatkan untuk webwalking / blogwalking. Mohon Ijin untuk membaca artikelnya, siapa tahu bisa menajdi inspirasi untuk menulis posting blog saya. Klo berkenan, di tunggu kunjungan baliknya. link situsku http://naga212geni.blogspot.com . Salam kenal n tetap semangat.

  5. Silahkan dengan senang hati, aku udh berkunjung ke situs Anda, bagus2….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: