SUJUD SAHWI

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Kapan wajibnya sujud

sahwi, sebelum atau sesudah salam ..?”

Jawaban:

Sujud sahwi adalah dua kali sujud yang dilakukan orang shalat untuk menambal

kekurang sempurnaan shalatnya lantaran kena lupa. Sebab kelupaan ada tiga ;

kelebihan, kekurangan dan keraguan.

Kelebihan (tambah) : Jika yang shalat sengaja menambahkan berdiri, duduk,

ruku’ atau sujud, batallah shalatnya.

Jika ia lupa akan kelebihannya dan baru sadar ketika sudah selesai, maka ia

wajib sujud sahwi. Jika sadarnya itu terjadi di tengah-tengah shalat,

hendaklah ia kembali ke shalatnya lalu sujud sahwi. Contohnya, jika ia lupa

shalat Zuhur lima raka’at dan baru ingat sedang tasyahud, hendaklah ia sujud

sahwi dan salam. Jika ingatnya itu di tengah-tengah raka’at kelima,

hendaklah langsung duduk tasyahud dan salam. setelah itu sujud sahwi dan

salam.

Cara di atas bersumber kepada hadits dari Abdullah bin Mas’ud yang

menerangkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah shalat Zhuhur

lima rakaat. Lalu ditanyakan apakah ia menambahkan raka’at shalat .? Maka

setelah para sahabat menjelaskan bahwa beliau shalat lima raka’at, beliau

langsung bersujud dua kali setelah salam (shalat). Riwayat lain menjelaskan

bahwa ketika itu beliau berdiri membelahkan kedua kakinya sambil menghadap

kiblat lalu sujud dua kali dan salam.

Sujud sahwi terkadang dilakukan sebelum salam dalam dua tempat :

Pertama.

Jika seseorang kekurangan dalam shalatnya, berdasarkan hadits Abdullah bin

Buhainah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sujud

sahwi sebelum salam ketika lupa tasyahud awal.

Kedua.

Ketika yang shalat ragu-ragu atas dua hal dan tak mampu mengambil yang lebih

diyakininya, seperti yang dijelaskan oleh hadits Abi Sa’id al-Khudri

Radhiyallahu ‘anhu tentang orang yang ragu-ragu dalam shalatnya, apakah tiga

atau empat raka’at. Ketika itu, orang tersebut disuruh Nabi Shallallahu

‘alaihi wa sallam agar sujud dua kali sebelum salam. Hadits-hadits yang

barusan telah dikemukakan lafaznya dalam bahasan sebelumnya.

Sedangkan sujud sahwi sesudah salam, dilakukan dalam dua hal :

Pertama.

Ketika kelebihan sesuatu dalam shalat sebagaimana yang terdapat dalam hadits

Abdullah bin Mas’ud tentang shalat Zuhur lima raka’at yang dialami Nabi

Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau sujud sahwi dua kali ketika sudah

diberitahu oleh para sahabat. Ketika itu beliau tidak menjelaskan bahwa

sujud sahwinya dilakukan setelah salam (selesai) karena beliau tidak tahu

kelebihan. Maka hal ini menunjukkan bahwa sujud sahwi karena kelebihan dalam

shalat dilaksanakan setelah salam shalat, baik kelebihannya itu diketahui

sebelum atau sesudah salam.

Contoh lain, jika orang lupa membaca salam padahal shalatnya belum sempurna,

lalu ia sadar dan menyempurnakannya, berarti ia telah menambahkan salam di

tengah-tengah shalatnya. Karena itu, ia wajib sujud sahwi setelah salam

berdasarkan hadits Abu Hurairah yang menerangkan bahwa Nabi Shallallahu

‘alaihi wa sallam pernah shalat Zuhur atau Ashar sebanyak dua raka’at. Maka

setelah diberitahukan, beliau menyempurnakan shalatnya dan salam. Dan

setelah itu sujud sahwi dan salam.

Kedua.

Jika ragu-ragu atas dua hal namun salah satunya diyakini. Hal ini telah

dicontohkan dalam hadits Ibnu Mas’ud sebelumnya.

Jika terjadi dua kelupaan, yang satu terjadi sebelum salam dan yang kedua

sesudah salam, maka menurut ulama yang terjadi sebelum salamlah yang

diperhatikan lalu sujud sahwi sebelum salam.

Contohnya, umpamanya seseorang shalat Zuhur lalu berdiri menuju raka’at

ketiga tanpa tasyahud awal. Kemudian pada raka’at ketiga itu ia duduk

tasyahud karena dikiranya raka’at kedua dan ketika itu ia baru ingat bahwa

ia berada pada raka’at ketiga, maka hendaklah ia bediri menambah satu rakaat

lagi, lalu sujud sahwi serta salam.

Yakni dari contoh di atas diketahui bahwa lelaki tersebut telah tertinggal

tasyahud awal dan sujud sebelum salam. Ia-pun kelebihan duduk pada raka’at

ketiga dan hendaknya sujud (sahwi) sesudah salam. Oleh sebab itu, apa yang

terjadi sebelum salam diunggulkan. Wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: