Keutamaan Shalat Sunnah

”KEUTAMAAN SHALAT SUNNAT”

Oleh : Asep Farhanil Ibad

عن أم حبيبة بنت أبى سفيان أن النبي صلىالله عليه وسلم قال: من صلى فى يوم وليلة اثنتي عشرة ركعة بني له بيت فىالجنة أربعاقبل الظهر- وركعتين بعدها – وركعتين بعدالمغرب – وركعتين بعدالعشاء – وركعتين قبل صلاة الفجر(رواه الترمذي)

Dari Ummi Habibah binti Abi Sufyan, bahwasannya Nabi SAW. telah berkata : ”Barangsiapa yang mengerjakan shalat (sunnat) di siang dan malam hari sebanyak dua belas raka’at, maka (Allah) akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga. Yaitu empat raka’at sebelum zuhur, dua raka’at sesudah zuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘isya, dua raka’at sebelum shalat shubuh” (H.R.Tirmidzi)

مامن عبد مسلم يصلي لله كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بنى الله له بيتا في الجنة (رواه مسلم)

“Tidaklah seorang hamba mengerjakan shalat (Rawatib) 12 raka’at setiap hari dengan niat karena Allah semata, kecuali Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga”. (H.R. Muslim)

Rawatib berasal dari kata Ratibah, yang artinya kontinue dan terus menerus. Secara istilah, shalat sunnat rawatib adalah : Shalat sunnat yang dilakukan mengiringi shalat wajib lima kali sehari semalam yang waktunya dari mulai masuk waktu shalat wajib hingga qamat (Qabliyah), dan yang dilakukan sesudah shalat wajib yang waktunya sesudah shalat wajib sampai habisnya waktu shalat wajib (Ba’diyah).

Adapun fungsi atau kedudukan shalat sunnat rawatib adalah untuk menambah dan menyempurnakan kekurangan dari shalat wajib.

Shalat sunnat rawatib terbagi dua, ada yang ”muakkad (sangat dianjurkan)” pelaksanaan-nya dan ada yang ”ghoir muakkad (dianjurkan)” pelaksanaannya.

Ummu Habibah menerangkan, Shalat sunnat rawatib yang muakkad (sangat dianjurkan) pelaksanaannya yaitu :

Ä 4 (empat) raka’at sebelum zuhur;

Ä 2 (dua) raka’at sesudah zuhur;

Ä 2 (dua) raka’at sesudah maghrib;

Ä 2 (dua) raka’at sesudah ‘isya;

Ä 2 (dua) raka’at sebelum subuh.

أن النبي صلىالله عليه وسلم قال: من صلى فى يوم وليلة اثنتي عشرة ركعة بني له بيت فىالجنه : أربعاقبل الظهر- وركعتين بعدها – وركعتين بعدالمغرب – وركعتين بعدالعشاء – وركعتين قبل صلاة الفجر(رواه الترمذي)

Bahwasannya Nabi SAW. telah berkata : ”Barangsiapa yang mengerjakan shalat (sunnat) di siang dan malam hari sebanyak dua belas raka’at, maka (Allah) akan membangunkan baginya sebuah rumah di Syurga. Yaitu empat raka’at sebelum zuhur, dua raka’at sesudah zuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘isya, dua raka’at sebelum shalat shubuh” (H.R.Tirmidzi)

Shalat sunnat rawatib yang termasuk katagori ghoir muakkad (dianjurkan) yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW. yaitu :

Ä 4 (empat) raka’at sebelum ashar; Ibnu Umar berkata :

قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : رحم الله امرأ صلى قبل العصرأربعا (رواه أحمد وأبوداود والترمذي وحسنه وابن حبان وصححه وكذا صححه ابن خزينة)

Rasulullah SAW. telah bersabda : Allah menyayangi orang yang mengerjakan shalat empat raka’at sebelum ashar”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)

Ä 2 dua raka’at sebelum magrib; berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban :

أن النبي صلىالله عليه وسلم صلى قبل المغرب ركعتين . وفي مسلم عن ابن عباس قال : كنا نصلي ركعتين قبل غروب الشمش وكان رسول الله صلىالله عليه وسلم يرا نا فلم يأمرنا ولم ينهانا . (رواه ابن حبان)

Bahwasannya Nabi SAW. telah Shalat (sunnat) sebelum maghrib dua raka’at. Ibnu ‘Abbas berkata “Kami (para sahabat) shalat dua raka’at sebelum maghrib, Rasulullah SAW. melihat kami shalat, dan beliau tidak memerintahkan dan tidak melarang kami melakukannya”.

Ä 2 dua raka’at sebelum isya.

أن النبي صلىالله عليه وسلم قال : مامن صلاة مفروضة إلا وبين يديها ركعتين (رواه ابن حبان)

Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : “Tidaklah diantara dua shalat fardu kecuali ada dua raka’at shalat sunnat didalamnya”.

Selain keutamaan sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits Ummu Habibah tersebut di atas, terdapat beberapa hadits Nabi yang menjelaskan secara implisit tentang faedah/keutamaan dari shalat sunnat, yaitu :

قال رسول الله صلىالله عليه وسلم : من صلى أربعا قبل الظهروأربعا بعدها حرم الله لحمه على النار (رواه أحمد وأصحاب السنن وصححه الترمذي)

Rasulullah SAW. telah bersabda : “Barangsiapa yang mengerjakan shalat sunnat empat raka’at sebelum zuhur dan empat raka’at sesudahnya, maka Allah telah mengharamkan neraka baginya”. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, Hadits tersebut disahihkan oleh Imam Tirmidzi)

من صلى قبل الظهر أربع ركعات كأنما تجهد بهن من ليلة ومن صلى هن بعد العشاء كمثلهن من ليلة القدر (رواه الطبرانى)

“Barangsiapa melakukan shalat sunnat sebanyak 4 raka’at sebelum shalat zuhur, seolah-olah ia melakukan shalat tahajjud pada malam harinya sebanyak 4 raka’at; dan barangsiapa melakukan shalat sunnat 4 raka’at sesudah shalat ’Isya, maka seolah-olah ia melakukan shalat sunnat 4 raka’at pada malam Qadar”. (H.R.Tabrani)

Ibnu Mas’ud mengatakan : Tidak ada shalat sunnat pada siang hari yang (pahalanya) bisa mengimbangi (pahala) shalat Tahajjud, selain shalat sunnat 4 raka’at sebelum zuhur. Keutamaan shalat sunnat 4 raka’at sebelum zuhur dibandingkan dengan shalat sunnat siang hari lainnya bagaikan shalat berjama’ah dibandingkan dengan shalat munfarid (sendirian). Rasulullah SAW. bersabda :

إنها ساعة تفتح فيها أبواب السماء فأحب ان يصعد لي فيها عمل صالح

“Sesungguhnya saat sekarang ini adalah saat terbukanya pintu langit, karenanya aku merasa senang apabila pada saat ini amal shalihku naik (ke hadapan Allah)”.

Abdullah bin Mubarak mengatakan, ada empat keutamaan amalan sunnah, yaitu :

1. Barangsiapa yang setiap harinya melakukan shalat sunnat Rawatib 12 raka’at, maka sungguh ia telah menunaikan haknya shalat;

2. Barangsiapa yang berpuasa sunnat setiap bulan 3 hari, maka sungguh ia telah menunaikan haknya puasa;

3. Barangsiapa yang membaca al-Qur’an setiap hari 100 ayat, maka sungguh ia telah menunaikan haknya al-Qur’an;

4. Barangsiapa yang bershadaqah setiap hari Jum’at 1 dirham, maka sungguh ia telah menunaikan haknya shadaqah.

Abdullah bin Mubarak termasuk seorang ahli Hadits terkemuka dan seorang zahid termasyhur yang karyanya dibidang Hadits cukup banyak salah satunya dengan tema “Zuhud”. Abdullah bin Mubarak juga sangat ahli dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain gramatika dan kesusastraan. Ia adalah seorang saudagar kaya yang terkenal dengan kesalehannya. Ia banyak memberi bantuan kepada orang-orang miskin. Keuntungan dari perdagangannya ia bagikan kepada para pengikutnya. Ia biasa membagi-bagikan kurma kepada orang-orang miskin kemudian menghitung biji buah kurma yang mereka makan dan memberikan hadiah satu dirham untuk setiap biji kepada siapa diantara mereka yang paling banyak memakannya.

Suatu hari dalam perjalanannya ia singgah di sebuah kedai kemudian pergi untuk menunaikan shalat sedangkan kudanya yang berharga sangat mahal menerobos ke dalam sebuah ladang gandum. Setelah ia selesai shalat, kemudian ia pergi meneruskan perjalanannya dengan berjalan kaki dan meninggalkan kudanya itu seraya berkata: “Kudaku itu telah mengganyang gandum-gandum yang ada pemiliknya”.

At-Tuhfah menjelaskan, yang dimaksud dengan puasa 3 hari tiap bulan yaitu puasa pada hari-hari putih ايام البيض) ) yaitu tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriyyah kecuali untuk bulan Dzulhijjah karena tanggal 13 pada bulan tersebut adalah hari Tasyriq yang diharamkan untuk berpuasa. Oleh karenanya, khusus bulan Dzulhijjah hari putihnya adalah tanggal 14, 15 dan 16.

Adapun hikmah disunnatkannya puasa 3 hari pada setiap bulan karena satu kebaikan dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali, sehingga apabila seorang muslim berpuasa tiga hari pada setiap bulannya maka seolah-olah ia telah berpuasa sebulan penuh setiap tahunnya. والله أعلم بالصواب

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: